Jelang Mutasi, Muncul Bursa Jabatan

By radarmadiunweb - Fri Oct 19, 5:14 pm

KOTA – Seakan sudah tradisi, posisi kepala satker selalu dibursakan menjelang mutasi pejabat di lingkup Pemkab Ponorogo.

Si makelar jabatan yang bertindak layaknya baperjakat partikelir itu mendatangi atau menghubungi sejumlah pejabat dengan menjanjikan promosi atau mutasi menjadi kepala satker tertentu.

Pun, tawaran tersebut harus ditebus dengan uang pelicin. ‘’Sudah sejak awal bulan lalu, orang itu menghubungi saya terus,’’ aku salah seorang pejabat eselon II di Pemkab Ponorogo, kemarin (18/10).

Kata dia, seseorang yang dekat dengan kekuasaan itu menawarkan posisi kepala dinas yang kini sedang kosong. Bahkan, nama Bupati H Amin ikut disebut-sebut yang diklaim menilai calon kepala dinas itu kinerjanya selama ini bagus hingga layak dipromosikan.

Lantaran risih terus menerus dirayu, pejabat yang enggan namanya dikorankan tadi sengaja mematikan ponselnya. ‘’Saya siap ditempatkan di manapun, tapi tidak kalau diminta membayar uang pelicin,’’ tandas pejabat yang dipastikan bakal digeser dari posisinya sekarang.

Adanya baperjakat partikelir yang bergentayangan itu langsung menuai kritik dari Agung Supriyanto, sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ponorogo. Dia mengaku sudah hafal dengan sepak terjang spekulan yang beraksi setiap kali menjelang mutasi pejabat. ‘’Siapa oknum itu, saya kira sudah menjadi rahasia umum. Meskipun berada di luar birrokrasi tetapi memiliki lobi kuat dengan pusat kekuasaan,’’ terang Agung.

Agung berharap mutasi kali ini benar-benar menempatkan sesorang di posisi yang tepat (the right man in the right place). Sebab, sudah saatnya Bupati Amin menyusun kabinet yang kuat untuk menyukseskan program-programnya. Bukan lagi membursakan jabatan. ‘’Di era sekda yang baru, praktik jual beli jabatan seperti itu mestinya disingkirkan jauh-jauh,’’ tegasnya.

Sementara itu, Sekda Ponorogo H Agus Pramono membantah tegas adanya baperjakat partikelir yang membayangi rencana mutasi pejabat itu. Dia sempat mengakui pihaknya sedang menyiapkan gerbong mutasi dengan sekda sebagai ketua tim. ‘’Tidak ada istilah baperjakat bayangan atau baperjakat partikelir. Baperjakat itu ya tim yang dibentuk berdasarkan aturan terdiri dari beberapa kepala satker dan ketuanya saya,’’ tandas Agus Pram.

Dalam mutasi mendatang, Agus menjamin penempatan pejabat disesuaikan pada kepangkatan, golongan, dan kinerja. Tiga pertimbangan itu menjadi tolok ukur utama dalam melakukan mutasi maupun promosi pejabat. ‘’Saya yang menjamin bahwa mutasi dilakukan secara profesional dan fair sesuai mekanisme kepegawaian yang ada. Bukan unsur like and dislike apalagi pengaruh dariu luar,’’ tegasnya. (dhy/hw)

Leave a Reply