Jalur Kirab Gunungan Bolu Lebih Pendek

By radarmadiunweb - Thu Nov 15, 4:43 pm

KOTA – Ribuan massa memadati Alun-alun Magetan ingin berebut kue bolu, kemarin (14/11). Bukan sembarang kue, sebanyak 8.000 bolu yang disusun menyerupai gunungan. lesung, bedug, gunungan, serta gong itu lebih dulu dikirab dan didoakan bersama malam sebelumnya. Warga meyakini kue kirab Andum Berkah Bolu Rahayu itu membawa berkah.

Pun, kirab siang kemarin dikemas sedikit berbeda. Jika biasanya bupati dan jajaran forpimda berikut sejumlah pejabat di pemkab diarak dari terminal menuju alun-alun, mereka ganti dikirab dari Pendapa Surya Graha. Jalurnya pun lebih pendek.

‘’Memang, pada tahun ini setelah melalui kajian sejarah, alur kirab ini kami ubah. Tapi sebenarnya ini masa transisi, akan ada kajian lebih mendalam lagi,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Magetan Siran, kemarin.

Menurut dia, sebenarnya ada dua rombongan kirab saat prosesi Andum Berkah Bolu Rahayu itu. Yakni, kirab nayaka praja dan kirab bolu rahayu. Nayaka praja yang diberangkatkan dari depan terminal sudah mentradisi sejak awal prosesi itu diciptakan, pada sekitar sebelas tahun silam. ‘’Dari kajian sejarawan Magetan, nayaka praja itu adalah gambaran pemimpin sehingga awal keberangkatannya harus dari pusat pemerintahan,’’ terang Siran.

Karena itu, Bupati Magetan H Sumantri beserta rombongan kemarin sengaja diberangkatkan dari pendapa. Sedangkan di belakangnya, lima jenis bolu rahayu mengikuti. Gunungan kue itu sempat dikirab keliling alun-alun sebelum ribuan warga ngalap berkah dengan memperebutkan kue tersebut. Mereka rela berdesak-desakan demi mendapatkan lalu melempar beberapa dari ribuan bolu. ‘’Ingin mendapat berkah,’’ ujar Kristiono, warga Panekan.

Bupati Magetan H Sumantri menegaskan, tradisi tersebut merupakan wujud rasa syukur jelang tahun baru Hijriyah. Selain itu, menonjolkan sajian khas Magetan, berupa kue bolu. ‘’Sebenarnya tidak direbutkan seperti ini, tetapi dibagi-bagikan kepada masyarakat. Tapi karena banyaknya massa, belum sampai dibagikan, sudah direbut,’’ terang Sumantri. (wka/hw)

Leave a Reply