9 Proyek Jalan Terancam Putus Kontrak

By radarmadiunweb - Sat Dec 29, 7:46 pm

MADIUN – Sembilan proyek jalan milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Madiun terancam putus kontrak. Penyebabnya, hingga closing date atau tutup tahun APBD 2012, sesuai catatan DPU di lapangan sama sekali belum ada realisasi pekerjaan. Padahal, batasan pencairan anggaran sekaligus penetapan pajak terakhir, kemarin (28/12).

Sekda Kota Madiun Maidi yang juga ketua tim anggaran menjelaskan, pihak DPU diminta menindaklanjuti kondisi tersebut. Molornya pekerjaan sudah tidak bisa ditoleransi lantaran tidak ditemukan action pekerjaan oleh rekanan di lapangan. Dalih tidak mendapatkan pasokan aspal dari pihak AMP (asphalt mixing plant) tidak menjadi alasan. ‘’Rata-rata paket kecil, dengan alasan belum terkover AMP, lebih baik diputus kontrak apabila sampai besok (hari ini, Red) tidak ada pekerjaan,’’ ujarnya, kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Upaya itu, lanjutnya, mencegah munculnya masalah hukum di kemudian hari. Sebab, kata dia, belum ada iktikad baik dimulainya pekerjaan. Sebenarnya, opsi denda dapat ditempuh apabila di lapangan proyek pengaspalan hotmix itu sudah dimulai. ‘’Tidak ada pencairan termin, namanya fiktif kalau dicairkan, karena pekerjaan memang belum dilakukan,’’ tegas Maidi.

Mantan kepala Dispenda itu menyinggung pula proyek pembangunan gedung rawat inap Puskesmas Tawangrejo senilai Rp 3,1 miliar yang molor akut. Dijelaskan, diberi kesempatan bagi rekanan untuk terus melaksanakan pekerjaan. Dengan konsekuensi dikenakan denda, dengan batasan waktu hingga 50 hari, atau bisa dikerjakan hingga tahun 2013. ‘’Hari ini dibuat berita acara opname, setelah itu dicairkan sesuai volume yang sudah dikerjakan. Kekurangannya baru dibayarkan setelah PAK (perubahan anggaran keuangan) sekitar bulan Juli atau Agustus 2013.’’ ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala DPU Purwanto Anggoro Rahayu menjelaskan, pihaknya masih mencarikan solusi terhadap nasib dari sembilan paket tersebut. Versi Ipung – sapaan akrabnya – , masih ada waktu hingga 31 Desember mendatang. Pihaknya bakal berkoordinasi dengan Kepala DPPKAD Kota Rusdiyanto. ‘’Kami diberi kesempatan pelaksanaan sampai 31 Desember, nanti akan koordinasi diupayakan tahun ini pencairannya,’’ paparnya.

Ipung mengamini kemarin belum dimulai pekerjaan di masing-masing paket tersebut. Hanya, dia tidak merinci mana saja paket jalan yang belum dikerjakan tersebut. Dijelaskan, tetap diupayakan meski kena denda pekerjaan harus berjalan hingga 31 Desember mendatang. Pihaknya bakal menghubungi pemilik AMP untuk dapat mensuplai kebutuhan aspal. ’’Sekarang pasokan aspal dari AMP terbatas, karena produksi dan kebutuhan tidak seimbang,’’ ujarnya.

Dijelaskan, apabila ada satu AMP berani menyuplai, Ipung optimis proyek bakal rampung. Dalam satu hari satu AMP mampu untuk menyediakan stok untuk dua paket pengaspalan. Sementara ini, kata dia, sudah ada empat pemilik AMP yang masuk di Kota Madiun. Selain proyek aspal, yang diperkirakan rampung pada 31 Desember adalah taman Demangan dengan asumsi dikenakan denda. (ota/rif)

Leave a Reply