Tahanan Kasus KIR Pindah ke Jaksa

By radarmadiunweb - Fri Dec 28, 7:26 pm

KOTA – Lepas menahan empat pejabat, Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan mendapat pelipur lara pelimpahan dua tersangka kasus KIR (Kawasan Industri Rokok) Bendo dari polisi. Mantan Camat Bendo Wiji Suharto dan Yudhi Hartono, adiknya, kemarin (27/12) digiring ke kejaksaan berikut barang bukti kasus korupsi dana pembebasan lahan proyek itu

Penyidik Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Magetan selama penyidikan menahan dua kakak beradik tersebut. Bersamaan berkas perkara dinyatakan P21, status penahanan Wiji dan Yudhi berpindah dari polisi ke jaksa. Barang bukti yang ikut disertakan dalam pelimpahan tahap dua kemarin adalah sejumlah dokumen jual beli yang diduga fiktif dan sertikat rekayasa lahan KIR. ‘’Dengan pelimpahan tahap dua ini, tugas penyidik selesai,’’ terang Kasi Pidus Kejari Magetan Iwan Winarso, kemarin.

Sama dengan saat menyidik empat pejabat yang disangkakan terlibat kasus korupsi KIR, Wiji dan Yudhi juga dijerat pasal 2, 3 dan 8 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. ‘’Kami kenakan pasal yang sama karena kasusnya juga sama,’’ ungkap Iwan.

Kejaksaan memiliki waktu 20 hari untuk menyiapkan proses penuntutan sebelum menyidangkan dua tersangka di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya. Iwan kemarin menegaskan tetap memberlakukan status tahanan terhadap Wiji dan Yudhi. ‘’Kalau ternyata kurang dari 20 hari sudah rampung, ya segera kami limpahkan. Tersangka sudah di lapas, mungkin sampai proses persidangan nanti,’’ tegasnya.

Sementara itu, Wiji dan Yudhi sengaja mengajukan mengajukan pengalihan penahanan melalui Advokat Hari Ananto. Dua tersangka itu berharap menjadi tahanan kota. Dua tersangka ditahan sejak 4 Oktober lalu. ‘’Selama tiga bulan ditahan, klien saya menunjukkan sikap kooperatif. Penangguhan atau pengalihan penahanan adalah hak tersangka,’’ ujar Hari Ananto.

Dia yakin benar kejaksaan memberi tolerasi. Pihaknya menjamin tersangka kasus korupsi KIR itu tidak melarikan diri atau mempersulit persidangan. Sebab, dalil menghilangkan barang bukti atau mengulangi perbuataan sudah tidak relevan lagi. ‘’Barang bukti kan sudah disita,’’ terang Hari tanpa menjelaskan Wiji sudah dinonaktifkan sebagai camat (dip/hw)

Leave a Reply