Dana Sertifikasi Rp 34 M Nyantol di Kasda

By radarmadiunweb - Wed Jan 23, 3:45 pm

KOTA – Dana sertifikasi guru di Magetan yang nilainya mencapai Rp 34,5 miliar dituding terparkir di kas daerah. Kendati didesak segera dicairkan kepada yang berhak, Dinas Pendidikan (Dindik) setempat memilih bergeming. ‘’Kami benar-benar kecewa, dana sertifikasi itu hak guru tapi kenapa dipersulit. Dindik seolah tidak serius memperjuangkan nasib guru,’’ tegas Muh Agus Tholib, ketua MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Olahraga Magetan, kemarin (22/1).

Menurut dia, perwakilan guru sengaja menanyakan langsung ke Kadindik Magetan Bambang Triono soal kepastian pencairan tunjangan profesi pendidik (TPP) yang mestinya sudah diterimakan n pada triwulan terakhir 2012 itu. Para guru menuntut tunjangan Rp 2,5 juta perkepala setiap bulan tersebut segera dibayarkan bersamaan penerimaan gaji. ‘’Dindik tidak berani mengambil keputusan. Padahal ini jelas kewenangan dinas pendidikan,’’ jelas Tholib.

Alotnya pencairan TPP, imbuh dia, tidak hanya terjadi sekali saja. Dana sertifikasi itu sebelumnya juga terlambat dibagikan. Paling akhir, guru sertifikasi terpaksa gigit jari selama lima bulan. Bahkan, saat TPP dibagikan sempat dipotong dengan dalih biaya administrasi. ‘’Meskinya pembayaran bisa tepat waktu karena penerimaan dari pemerintah pusat sudah jelas,’’ paparnya.

Data terakhir, guru yang belum menerima TPP mencapai 7.200 orang. Mayoritas guru SD dan SMP. Jumlah penerima mengalami peningkatan dari tahun ke tahun seiring penambahan ratusan guru bersertifikasi. ‘’Bukan tidak mungkin semakin besar penerima, semakin kompleks permasalahan yang dihadapi. Kami khawatir ke depan malah tidak dibayarkan sama sekali,’’ urainya.

Tidak kunjung cairnya TPP, menurut Tholib, jelas merugikan guru. Apalagi, persoalan penerimaan TPP sempat menjadi isu nasional awal Januari ketika Irjen Kemendikbud Haryono Umar menyebut ada Rp 10 triliun mengendap di rekening pemerintah kabupaten atau kota. Padahal, anggaran yang sudah ditransfer Kemenkeu ke kas daerah itu tidak dapat ditarik lagi ke pusat. ‘’Ini menyangkut kewajiban dan hak. Siapapun pasti akan menuntut haknya bila kewajiban sudah dipenuhi,’’ ucapnya.

Kadindik Magetan Bambang Triono Magetan menampik jika TPP belum diterimakan kepada guru. Pencairan tunjangan kesejahtraan itu dianggap beres. ‘’Kami tidak ada persoalan dalam pencairan. Sudah diterimakan semua, guru mana yang mengaku belum menerima,’’ terangnya.

Bahkan, Bambang akan bertindak tegas jika guru terus-terusan menyoal TPP. Yakni, melakukan evaluasi kedisiplinan dan pemenuhan jam mengajar. ‘’Bisa dikembalikan ke individunya nanti. Biar sama-sama instropeksi,’’ tandasnya. (dip/hw)

Leave a Reply