Jadwal Realisasi TPP Belum Jelas

By radarmadiunweb - Wed Feb 06, 4:00 pm

KOTA – Ribuan guru yang lolos program sertifikasi harus lebih bersabar. Sebab, realisasi tunjangan profesi pendidik (TPP) belum diketahui jadwalnya. ‘’Sampai sekarang belum ada pemberitahuan tentang pencairan TPP,’’ kata Ana Sri Mulyati, Kabid Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan, kemarin (5/2).

Bahkan, lanjut dia, pihak Dindik tak kunjung mendapat informasi tentang transfer TPP dari Kementerian Keuangan. Meski begitu, di kas daerah masih ngendon dana yang banyaknya sekitar Rp 7 miliar. Duit sebanyak itu merupakan sisa TPP yang belum terserap di tahun lalu. Sebab, jumlahnya tidak mencukupi bila dibagikan kepada ribuan guru yang sudah mengantongi sertifikat pendidik.

Jumlah guru yang berhak menerima TPP di tahun 2012 lalu sebanyak 2.745 orang. Mereka sudah dinyatakan lolos program sertifikasi sejak 2006 hingga 2011. Sedangkan, 1.221 guru yang merupakan kuota sertifikasi 2012 baru akan menerima tunjangannya tahun ini. ‘’Pengusulan pencairannya sudah kami kirimkan ke pusat,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Pacitan.

Ana menjelaskan, total guru yang bakal menerima TPP tahun ini sebanyak 3.966 orang. Sebagian di antaranya akan mengantongi penyesuaian gaji guru sertifikasi. Terutama bagi mereka yang yang lolos program peningkatan profesionalisme itu sejak 2006-2009. Selain itu, ada guru yang juga akan menerima kekurangan tunjangannya. ‘’Untuk memenuhi jatah itu akan diambilkan dari sebagian uang yang sekarang masih ada di kas daerah,’’ tambah Ana.

Untuk menutup sejumlah kekurangan itu, jelasnya, dibutuhkan uang sekitar Rp 2,3 miliar. Sedangkan, dana sekitar Rp 5 miliar yang sudah tersimpan di kas daerah akan dicairkan untuk tambahan TPP tahun ini. Sesuai petunjuk dari Kementerian Keuangan, terang Ana, pencairannya berlangsung empat bulan sekali. ‘’Dari kasda langsung masuk ke rekening masing-masing guru penerimanya,’’ tuturnya.

Masih menurut Ana, hingga kini, masih ada 2.223 guru yang belum berhak menerima TPP. Sebab, mereka belum masuk kuota sertifikasi. Meski begitu, mereka diprediksi bakal mengikuti program peningkatan profesionalisme pendidik itu hingga 2015. ‘’Sesuai rencana dari pemerintah pusata, di tahun 2015 semua guru sudah memiliki sertifikat pendidik. Mudah-mudahan bisa terealiasi,’’ pungkasnya. (fik/eba)

Leave a Reply