Puluhan Napi Mengamuk

By radarmadiunweb - Thu Mar 21, 4:38 pm

NGAWI – Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Ngawi siang kemarin (20/3) mencekam. Itu setelah puluhan napi narkoba yang baru beberapa pekan dilayar dari Rutan Medaeng Surabaya mengamuk. Mereka menyerang dua petugas lapas hingga terluka. Yakni, Daryanto, kasi adminitrasi, dan Nano Suparna, kasi keamanan lapas.

Diduga sikap arogansi oknum petugas menjadi pemicu kerusuhan itu. ‘’Puluhan napi tiba-tiba berteriak dari dalam memburu dua petugas (Nano dan Daryanto, Red), kemudian menghajarnya di lapangan basket,’’ kata Aris Nikmatus Sukur, salah seorang pembesuk.

Dijelaskan, kerusuhan terjadi sekitar pukul 10.30. Bermula saat puluhan napi narkoba mendadak berteriak-teriak sambil memburu Nano dan Daryanto. Puluhan warga binaan itu membekali diri dengan berbagai benda. Mulai batu, balok kayu, pipa besi, batu, pecahan vas bunga, botol minuman ringan, hingga kursi plastik.

Aksi brutal itu menyebabkan tiga kaca jendela lapas hancur. Pecahan kaca berserakan hingga depan pintu gerbang utama. Setelah berhasil menangkap dua petugas itu, para napi tersebut menghajar Nano dan Daryanto hingga babak belur. Sipir dan petugas yang lain tidak berani menolong lantaran kalah jumlah. Mediasi yang dilakukan tujuh petugas sebelumnya pun tak membuahkan hasil. ‘’Petugas jadi sasaran lemparan botol dan benda apa saja yang dibawanya, bahkan CCTV juga dirusak napi,’’ ungkapnya.

Kondisi yang mencekam itu membuat puluhan pembesuk yang didominasi perempuan dan anak-anak ‘’tersandera’’ di dalam kompleks lapas. Petugas, kata dia, juga tidak berani mengamankan pembesuk lantaran situasi masih belum kondusif. Pihak lapas akhirnya berkoordinasi dengan Polres Ngawi. Tak lama kemudian, 100 anggota polisi yang tergabung dalam UKL (unit kecil lengkap) turun ke lokasi dipimpin langsung Wakapolres Kompol Noor Ghazali.

Mengetahui kekuatan polisi yang mencapai 100 orang, kebrutalan puluhan napi itu berangsur mereda. Kalapas Imam Sutoto didampingi sejumlah petugas kemudian masuk ke blok napi narkoba dan memberi pembinaan. ‘’Kami hanya melakukan antisispasi dan penjagaan di lokasi. Setelah kami datang, mereka berangsur mundur,’’ kata Noor.

Noor mengaku mengetahui penyebab pasti aksi penyerangan dua kasi lapas itu. Namun, diakuinya pihaknya mendapat informasi hal itu terkait dugaan arogansi petugas. ‘’Informasinya masih simpang siur. Tapi, saya juga mendengar terkait kabar itu (dugaan arogansi petugas lapas, Red). Akan kami dalami,’’ tegasnya.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, pecahan kaca, kayu, dan bercak darah. Untuk menjaga kondusivitas, polisi masih menyiagakan anggota di lapas. Baik berpakaian preman maupun berseragam lengkap. ‘’Masih kami siagakan petugas untuk memantau,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Nano Suparna mengatakan, sebelum aksi amuk tersebut dirinya mendengar suara gaduh dari blok tahanan. Dia lantas mengecek. Dan, dilihatnya Daryanto lari terbirit-biri diburu puluhan napi. Dia berusaha menolong, namun juga menjadi sasaran kemarahan puluhan warga binaan itu.’’Saya tidak tahu persis jumlahnya. Yang jelas, rata-rata napi perkara narkoba,’’ terangnya.

Kalapas Imam Sutoto, lanjut dia, sempat berusaha melerai. Namun, tak mampu meredam aksi beringas puluhan napi itu. ‘’Kalapas turun langsung, tapi belum bisa meredamkan suasana,’’ ungkapnya. Nano mengaku tidak tahu persis persoalannya hingga Daryanto menjadi sasaran kemarahan napi.

Kalapas Sebut Dipicu Miskomunikasi
SEMENTARA, Kalapas Ngawi Imam Sutoto menyebut aksi brutal yang dilakukan puluhan napi itu diduga dipicu adanya miskomunikasi dengan petugas. Karena, kata dia, tidak semua warga binaan memahami bahasa dan instruksi dari petugas dengan benar. Sehingga, dimungkinkan informasi yang datang dari mulut ke mulut berkembang dan memicu protes berujung kerusuhan. ‘’Ini hanya karena miskomunikasi dan mispersepsi,’’ katanya, kemarin (20/3)

Imam berjanji bakal mendalami kejadian tersebut untuk mengetahui pemicu sebenarnya, apakah karena petugasnya memperlakukan mereka dengan tidak wajar atau sebab lain. ‘’Yang jelas, kalau petugas kami yang salah, akan kami sanksi. Terkait dengan kabar itu (arogansi, Red) akan kami dalami,’’ tuturnya.

Dia menambahkan, pihaknya belum memiliki data lengkap terkait kerusuhan di dalam lapas itu. Karena itu, Imam belum banyak memberi data. Pun saat ditanya tentang CCTV di blok tahanan yang dirusak napi, Imam mengaku belum mengetahuinya.

Sementara, sumber internal kepolisian mengatakan, kerusuhan di lapas tidak hanya terjadi kali ini. Pada 2012 lalu, kata dia, terjadi peristiwa serupa dan dimotori napi kasus narkoba layaran dari Rutan Medaeng.

Lapas Klas II B Ngawi kini overload. Saat ini, penghuni lembaga pemasyarakatan di Jalan MH Thamrin itu sebanyak 286 warga binaan. Padahal, kapasitas normalnya hanya 200. (pra/isd)

Leave a Reply