Curigai Sarat Kepentingan Politik

By radarmadiunweb - Fri Apr 19, 4:00 pm

KOTA – Proyek jembatan Dampit senilai Rp 2,9 miliar yang bersumber dari APBD Ngawi 2012 dan 2013 terus menuai sorotan. Kali ini, pengamat politik setempat Endang Setia Ningsih Sulistyorini mencurigai proyek tersebut sarat kepentingan politik. Itu mengingat pengucuran anggarannya penuh kejanggalan.

Menurut Endang, indikasi adanya kepentingan itu mengingat 2014 mendatang merupakan tahun politik karena ada agenda pileg dan pilpres. Sementara, sejumlah desa di sekitar Dampit dan Kenonggorejo memiliki jumlah pemilih yang tidak sedikit.

Informasi yang didapatkannya, sekitar 5 ribu pemilih terdapat di Desa Kenongorejo yang tersebar di 12 dusun. ‘’Saya melihat ini kaitannya dengan kepentingan politik menjelang pileg dan pilpres 2014, apalagi setahun berikutnya pilbub,’’ ujarnya kemarin (18/4).

Endang juga mempertanyakan proyek yang bersumber dari bantuan keuangan itu lolos dan diswakelolakan, kendati nominalnya mencapai miliaran rupiah. Pun dia menyebut proyek tersebut menabrak aturan Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Bansos dan Hibah. ‘’Anggota dewan harus meminta pertanggung jawaban bupati, masa nggak tahu? Atau tahu tapi pura-pura tidak tahu,’’ sindirnya.

Perempuan asli Ngawi ini berharap wakil rakyat menggunakan haknya, salah satunya klarifikasi kepada bupati Ngawi. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pengawasan dan pertanggung jawaban moral terhadap konstituen yang suaranya diwakili di dapilnya. ‘’Saya melihat pemkab seperti melangkah sendiri, padahal ini proyek yang nilainya fantastis,’’ tuturnya.

Dekan Fisip Unsoer Ngawi ini menambahkan, jika memang pemkab berniat memberikan fasilitas jembatan bagi masyarakat seharusnya menggunakan cara profesional yakni melalui proses tendering. ‘’Yang terpenting tidak terjadi skandal,’’ tegasnya.

Sementara, Polres Ngawi memilih wait and see terkait permasalahan jembatan Dampit. Itu karena kejaksaan negeri setempat telah membidik kasus tersebut. ‘’Klau sudah ditangani kejaksaan kami menunngu hasil perkembangannya, sehingga tidak terjadi tumpang tindih,’’ tegas Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Budi Santoso. (pra/isd)

Leave a Reply