Data Pemilih Terus Disoal

By radarmadiunweb - Tue Apr 30, 5:38 am

MADIUN – Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Madiun tahun anggaran 2012 berujung rekomendasi DPRD. Di antaranya, disoal perbedaan data pemilih untuk pilkada Kabupaten Madiun dan Pilgub Jatim. Sekadar diketahui, data pemilih untuk pemilihan bupati-wakil bupati sebanyak 630.488 pemilih dan Pilgub Jawa Timur 478.139 pemilih. Itu artinya, terdapat selisih 152.349 pemilih.

Ketua Pansus DPRD untuk LKPj Bupati Madiun tahun anggaran 2012, Wahyu Widayat mengatakan, selisih jumlah pemilih itu riskan dan berdampak negatif pada aspek administratif dan yuridis pilkada. ’’Harus dievaluasi segera, karena perbedaan daftar pemilih antara pilkada dan pilgub tersebut riskan,’’ katanya, kemarin (29/4).

Dia menegaskan, bupati dan Disependukcapil harus segera berkonsultasi ke Kemendagri. Sehingga, dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya daftar pemilih mana yang benar. Dispendukcapil, lanjutnya, harus dapat menemukan titik temu untuk mengatasi masalah perbedaan data pemilih agar pilkada tak menemui kendala. ’’Kami ingin pilkada berjalan lancar. Selesaikan dulu soal daftar pemilih dan dapat dipertanggungjwabkan kebenarannya,’’ paparnya.

Ketua komisi A DPRD, Slamet mengatakan, masalah perbedaan data pemilih pilkada dan pilgub harus rampung. Meski diakuinya, dari Kemendagri perbedaan data pemilih itu sudah ditetapkan dan sah. Hanya, pihaknya menginginkan hal itu harus ada hitam di atas putih. ’’Kami hanya ingin kepastian saja ada surat yang menunjukkan bahwa data itu sah dari Kemendagri. Karena khawatir perbedaan 150.000 pemilih itu nanti dijadikan masalah,’’ ungkap Slamet.

Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Y Ristu Nugroho mengatakan, masalah perbedaan daftar pemilih segera diketahui besok (hari ini, Red) dengan memanggil bupati Muhtarom. ’’Kami undang untuk hadir dalam sidang paripurna untuk menanggapi rekomendasi dewan,’’ tuturnya. (mg2/irw)

Leave a Reply