Parji Macung via PDIP

By radarmadiunweb - Mon Apr 29, 5:25 am

MADIUN – Rektor IKIP PGRI, Parji memberikan sinyal kuat macung sebagai wali kota pada Pilkada Kota Madiun, 29 Agustus mendatang. Keseriusan itu ditunjukkan dengan mengambil formulir pendaftaran penjaringan bakal calon wali kota di kantor DPC PDIP, Jalan DI Panjaitan. Tapi, dia tak dating sendiri, melainkan mengutus Sudarto dan Sony Sunarso. ‘’Kami mengambilkan berkas formulir AE-1 (wali kota) untuk Pak Parji,’’ kata Sony kepada Jawa Pos Radar Madiun, kemarin (28/4).

Menurutnya, karena berlatarbelakang akademisi, Parji membutuhkan kendaraan partai politik (parpol). Setelah melakukan kajian, dijatuhkan pilihan untuk ikut proses penjaringan di PDIP, yang berlangsung 23-30 April 2013. ‘’Pak Parji sesuai rencana akan menyerahkan sendiri berkas formulir pada hari terakhir, Selasa (30/4) malam,’’ ujarnya.

Sesuai aturan panitia, kata Sony, bakal calon wajib datang saat penyerahan berkas administrasi. Sedangkan pengambilan berkas formulir dapat diwakilkan. Sony menambahkan, Parji serius dalam pencalonannya sebagai wali kota. ‘’Pak Parji itu orangnya Manjur, dengan arti muda, santun dan jujur. Semoga dapat rekom dari PDIP,’’ jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Parji menyatakan kebulatan tekad mencalonkan diri sebagai wali kota. Dan, lanjutnya PDIP menyediakan kesempatan bagi non kader untuk ikut mendaftar. ‘’Saya sudah mantap dan bulat keputusannya. Tapi, prinsip saya tidak boleh gege mongso,’’ katanya.

Dijelaskan, mendekati dibukanya pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota di KPUD Kota Madiun, sejumlah parpol memang mengajaknya komunikasi. Terutama mendorongnya untuk ikut pencalonan. Parji pun merespons di antaranya akan mendaftar dalam penjaringan di PDIP. Sebelumnya, Parji juga masuk bursa di Partai Gerindra dan PKNU. ‘’Kalau semua kompeten memberikan rekomendasi untuk daftar ke KPUD, saya siap lahir dan batin, siapa pun pasangannya asalkan santun dan jujur,’’ tegasnya.

Di bursa Partai Gerindra dan PKNU, lanjutnya, sudah ada sinyal kuat bakal memberikan rekom kepada dirinya. Saat ini, keputusan masih ditunggu. Sekadar diketahui, di DPRD Kota Madiun, PDIP memiliki tiga kursi, Gerindra dua kursi dan PKNU satu kursi. ‘’Selama ini saya memang menahan diri dan sekarang saatnya melangkah,’’ ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Kota Madiun Widodo Ponco Putro mengatakan, hingga Minggu (28/4), ada empat utusan yang mengambil formulir. Yakni, dua untuk bacalon wali kota serta dua dari bacalon wawali.

Dijelaskan, pengembalian berkas formulir sekaligus pendaftaran akan ditutup hari Selasa (30/4), pukul 24.00. Sayang, Widodo ogah menyebut siapa saja selain Parji yang sudah mengambil formulir. ‘’Karena utusan dari bakal calon, maka saya tidak tahu siapa-siapa tokoh yang mengisi formulir tersebut,’’ paparnya.

Tokoh internal PDIP juga dikabarkan sudah mengambil berkas formulir. Wakil ketua sekretaris eksternal, DPC PDIP Kota Madiun Danardono menyampaikan, Jumat (26/4) lalu, terdapat perwakilan tiga PAC, masing-masing Taman, Kartoharjo dan Manguharjo mengambil berkas formulir untuk bakal calon wakil wali kota. ‘’Tiga PAC ini ambil formulir AE -2, namun siapa tokohnya saya tidak jelas,’’ tandasnya.

Soehardi Dekati Tokoh NU
SEMENTARA ITU, niat Soehardi macung dalam bursa Pilkada Kota Madiun yang akan dihelat 29 Agustus mendatang tampaknya sudah bulat. Dia kini terus menggalang dukungan ke sejumlah tokoh. Kemarin (28/4), dia mendatangi Ketua PCNU Kota Madiun KH Musofa Izzudin untuk meminta restu. ‘’Tidak ada hal yang khusus, kami hanya meminta dukungan dan doa dari beliau,’’ ungkap Soehardi, kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Madiun itu menambahkan, kedatangannya sekadar bersilaturahmi dan berharap mendapat dukungan dari Nahdliyin. Baik itu Muslimat, Fatayat maupun Ansor. ‘’Saya bukan siapa-siapa tanpa dukungan masyarakat,’’ tuturnya.

Langkah lain untuk merealisasikan keinginannya maju dalam pilkada, Soehardi berencana mengumpulkan kiai-kiai di Kota. Tujuannya, untuk menggelar doa bersama dan berharap ada dukungan dari tokoh masyarakat. ‘’Kami tidak punya uang banyak, jadi ya lillahi ta’ala saja,’’ tambahnya.

Ditanya siapa yang akan mendampinginya menjadi cawawali, Soehardi enggan berkomentar. Dia hanya memberi sinyal tokoh itu adalah pengurus partai yang akan mengusungnya. ‘’Karena saya diusung oleh partai, jadi pertimbangan siapa yang mau dipilih ya ada di tangan partai. Tapi rencananya wakil saya nanti ya dari salah seorang anggota struktur partai itu,’’ papar Soehardi.

Informasi yang dihimpun Radar Madiun, Soehardi sudah mengambil formulir pendaftaran di DPC PDI Perjuangan Kota Madiun. Membuktikan keseriusannya, rencananya hari ini dia akan mengembalikan formulir pendaftaran ke DPC PDIP. ‘’Rencananya besok (hari ini, Red),’’ kata Soehardi. Pendaftaran bacawali dan bacawawali via PDIP akan ditutup Selasa (30/4) besok. (ota/rgl/irw)

Leave a Reply