Pengamen-Anjal Datangi Mapolresta

By radarmadiunweb - Fri Apr 26, 5:20 am

MADIUN – Puluhan pengamen dan anak jalanan geruduk Mapolres Madiun Kota, kemarin (25/4). Mereka yang tergabung dalam Serikat Anak Jalanan Madiun (SAJAM) menyuarakan ketidakcocokannya dengan Operasi Sikat yang digelar Polres Madiun Kota.

Koordinator SAJAM Tri Joko Kuncoro mengatakan, kedatangannya untuk memperjuangkan hak-hak anak jalanan. ‘’Sementara kan pemerintah tidak bisa memberikan lapangan pekerjaan yang layak bagi mereka. Saya ingin para pengamen tetap bisa mengamen karena ini perkerjaan alternatifnya,’’ paparnya.

Kasatreskrim AKP Suhono saat berdialog menjelaskan, langkah polisi memiliki dasar hukum. Yakni, pasal 504 dan 505 KUHP dan Perda Kota Madiun Nomor 8 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum. ‘’Di dalamnya diatur larangan mengamen dan meminta-minta di tempat umum,’’ kata Suhono.

Menurutnya, Operasi Sikat II lanjutan kegiatan sebelumnya dan tidak hanya menyasar seputaran terminal bus Purboyo. Melainkan juga di jalan raya terutama lampu merah. Suhono menuturkan, Operasi Sikat juga digelar setelah pihaknya mendapat laporan terkait keresahan masyarakat.

Dia juga meminta kepada anggota SAJAM untuk saling bekerjasama dengan polisi. Jika di antara mereka ada yang menginformasikan kepada polisi terkait kegiatan penyakit masyarakat di wilayah kota, akan mendapatkan reward. Mereka ‘’Misalnya ada yang mabuk, ada pelaku curanmor, kami siap 24 jam menerima laporan,’’ tambahnya.

Sementara itu, kemarin di PN Kota Madiun digelar sidang tindak pidana ringan (Tipiring, Red) dengan terdakwa Eko P dan Soni, pengamen yang biasa mangkal di terminal bus Purboyo Kota Madiun. Mereka dijaring dalam Operasi Sikat II Semeru 2013 oleh Satshabara Polres Madiun Kota saat sedang mengamen di terminal. ‘’Saya digiring polisi jam 10.00 WIB. Padahal belum sempat mengamen, baru mau berangkat,’’ ujar Soni kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Dalam sidang yang dipimpin hakim tunggal Rightmen MS Situmorang itu, Eko dan Soni dinilai melanggar Perda Kota Madiun Nomor 8 Tahun 2010 pasal 8 huruf a soal larangan mengamen dan meminta-minta di tempat umum. ‘’Saya menyidangkan ini ada dasarnya. Kalau tidak mau disalahkan, mengamen saja di luar Kota Madiun yang tidak ada perdanya,’’ ujar Rightmen kepada Eko saat persidangan.

Dalam sidang itu, diputus hukuman untuk Eko dan Soni kurungan tujuh hari dengan masa percobaan selama enam bulan. Pun barang bukti berupa ketipung dan gitar disita. (mg3/irw)

Leave a Reply