Selisih 69 Suara, Pilkades Ngadirojo Disoal

By radarmadiunweb - Sat Apr 27, 5:37 am

SOOKO – Selisih tipis hasil pilkades di Desa Ngadirojo Kecamatan Sooko, Ponorogo, memicu protes. Puluhan warga menyatroni kantor kecamatan setempat kemarin (26/4) menuntut pemilihan kepala desa diulang. Mereka menuding proses pemungutan suara diwarnai kecurangan. ‘’Ada pengawas yang bermain curang,’’ tegas Sukadi, korlap unjuk rasa, kemarin.

Dia langsung menyebut nama Sunaji, kasi Pemberdayaan Pemerintah Desa Kecamatan Sooko, melakukan kecurangan saat mendampingi pemilih lansia berada di bilik suara.

Selaku pengawas, Sunaji berhak mendampingi puluhan pemilih berusia tua saat mencoblos. Namun, Sunaji dituding tidak menyalurkan pilihan sesuai yang dikehendaki pemilih. ‘’Ada dua saksi yang melihat bahwa Sunaji mengalihkan suara. Misalnya warga A meminta mencoblos cakades nomor urut satu tapi oleh Sunaji dicobloskan nomor dua,’’ papar Sukadi.

Pengunjuk rasa kemarin juga menuntut Sukadi dicopot dari jabatannya. Pilkades di Desa Ngadirojo, Rabu (24/4) lalu diikuti dua calon. Hasil penghitungan suara menempatkan Pamuji, calon nomor urut dua, sebagai pemenang dengan perolehan 1526 suara. Pesaingnya, Suyahni mendapatkan 1.457 suara hingga hanya selisih 69 suara. ‘’Kami meminta hasil pilkades tidak disahkan dan digelar pemilihan ulang karena jelas-jelas ada penyimpangan,’’ terang M Naziri, kuasa hukum Suyahni.

Camat Sooko Bambang Windu berjanji memproses keberatan puluhan warga Desa Ngadirojo itu. Pihaknya akan melakukan klarifikasi ke sejumlah pihak, termasuk panitia dan saksi dalam pilkades . Hasil klarifikasi akan diumumkan tujuh hari mendatang. ‘’Laporan pasti kami tindak lanjuti,’’ jelas Bambang Windu. (dhy/hw)

Leave a Reply