TPP Cair Tidak Bersamaan

By radarmadiunweb - Fri Apr 19, 3:58 pm

KOTA – Tunjangan profesi pendidik (TPP) bagi guru di Pacitan bakal tidak terealisasi secara bersamaan. Ini dikarenakan jatah sebagian di antara mereka yang lolos program sertifikasi belum digelontorkan. Sebab, verifikasi data penerima masih berlangsung di Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Kemendikbud maupun petugas operator sekolah. ‘’Masih ada kesalahan data. Maka, SK (surat keputusan) pencairan belum diterbitkan Kemendibud,’’ kata Ana Sri Mulyati, Kabid Tenaga Kependidikan (Tendik) Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan, kemarin (18/4).

Dia menjelaskan, SK pencairan TPP yang belum terbit itu untuk 1.487 guru. Rinciannya, jenjang SD dan SMP atau pendidikan dasar sebanyak 1.226 orang. Sedangkan, jenjang SMA/SMK atau pendidikan menengah sejumlah 261 guru. Meski demikian, Ana menyatakan, TPP triwulan I bagi mereka tetap dicairkan. ‘’Mungkin, paling lambat Mei nanti. Tapi, bagi yang sudah menerima SK tunjuangannya sudah cair,’’ tuturnya.

Menurut Ana, batas waktu pembenahan data hingga bulan depan. Bagi guru SD dan SMP dilakukan oleh operator masing-masing sekolah secara online. Lantas, data di-upload ke server data pokok pendidikan (dakodik) yang terkoneksi ke Kemendikbud. Sedangkan, validasi data guru SMA/SMK masih dilangsungkan di P2TK Kemendikbud.

Ana menjelaskan, teknis pengiriman data guru penerima TPP di tahun ini mengalami perubahan. Khusus bagi jenjang TK, SD dan SMP dilangsungkan disekolahnya dengan berbasis internet. Dengan begitu, beban kerja petugas dindik sedikit berkurang. Tapi, pengiriman data guru SMA/SMK masih dijalankan petugas dindik. ‘’Tahun depan semua tingkatan akan menerapkan dakodik,’’ ujarnya.

Meski begitu, lanjut Ana, teknis pencairan TPP tetap sama. Yaitu, Kementerian Keuangan mengirimkan dana ke kas daerah. Kemudian diteruskan ke masing-masing rekening guru yang sudah lolos program sertifikasi. Jadwal pencairan itu sama seperti waktu-waktu sebelumnya yakni empat kali dalam setahun. ‘’Kalau ada kekurangan tetap akan direalisasikan di tahun berikutnya. Yang jelas hak guru tetap diberikan,’’ jelasnya kepada Jawa Pos Radar Pacitan.

Lebih lanjut dikatakan, jumlah guru yang berhak menerima TPP sebanyak 4.592 orang. Mereka sudah lolos program sertifikasi sejak tahun 2006 hingga 2012. Maka, hingga kini masih ada 2.223 guru yang belum mengantongi sertifikat pendidik. Di tahun ini, 1.305 di antaranya bakal mengikuti uji kompetensi guru. Peserta mulai dari jenjang TK, SD, SMP,SMA, dan SMK.

Ana menjelaskan, hasil UKG dari para ribuan guru akan dinilai oleh Kementerian Pendidikan. Bila dinyatakan memenuhi standar, masih harus mengikuti seleksi lanjutan. Yakni, Pendidikan dan Latihan Profesi Gur (PLPG). ‘’Perangkingannya juga secara nasional. Kalau bisa lolos masih harus mengikuti seleksi lagi,’’ pungkasnya. (fik/eba)

Leave a Reply