Dua Jam Dicecar 20 Pertanyaan

By radarmadiunweb - Wed May 08, 5:16 am

KOTA – Kasus dugaan kunjungan kerja (kunker) fiktif DPRD Magetan mulai benderang. Itu setelah tiga wakil ketua dewan menjalani pemeriksaan kejaksaan negeri (kejari) setempat kemarin (7/8). ‘’Sudah mulai ada titik terang. Tinggal menunggu pemanggilan selanjutnya saja,’’ terang Iwan Winarso, kasi Pidsus Kejari Magetan, kepada wartawan.

Tiga wakil ketua dewan yang menjalani pemeriksaan itu adalah Moch. Shoim, Sofandi, dan Sutikno. Shoim dan Sofandi di ruang kasi intelejen Anton Hardiman. Sedangkan Sutikno ditangani langsung kasi pidsus Iwan Winarso.

Iwan menjelaskan, tim penyidik kejaksaan melontarkan 20 pertanyaan kepada masing-masing wakil ketua dewan itu. Pertanyaan masih seputar peran pimpinan DPRD pada agenda kunker 2012 yang anggarannya disinyalir di-mark up hingga Rp 1,6 miliar. ‘’Masih kami dalami. Fokus saat ini apakah mereka (pimpinan dewan, Red) juga ikut dalam menentukan alokasi anggaran atau cuma sebagai penentu lokasi kunjungan saja?’’ paparnya.

Menurut dia, keterangan yang disampaikan ketiga wakil ketua DPRD itu mulai membuka pintu pengungkapan kasus dugaan kunker fiktif wakil rakyat. Sebelumnya, tim penyidik terkendala keterangan Iswahyudi Yulianto yang berbelit-belit saat pemeriksaan. Bahkan, pejabat eksekutif di lembaga kedewanan itu sempat mencomot Bupati Sumantri sebagai tameng. ‘’Kami justru senang bila kooperatif seperti ini. Dengan begitu, cepat bisa diketahui apakah ada unsur pidana atau tidak,’’ ujarnya.

Dalam pemeriksaan itu, kata dia, tiga wakil ketua dewan itu juga menunjukan segepok berkas kunker. Dokumen itu sama persis yang disampaikan saat audit BPK. Meski begitu, kejaksaan akan terus menelusuri legalitasnya. Sebab, lanjut Iwan, tak menutup kemungkinan yang ditunjukkan ketiga wakil itu sekadar untuk memburamkan penyelidikan. ‘’Kami sudah paham trik-trik seperti itu. Yang pasti kami tidak akan terkecoh dengan itu semua. Optimistis ada celah pelanggaran dalam kunker dewan 2012,’’ tuturnya.

Apakah bisa mengarah tersangka? Menurutnya, tim penyidik masih menunggu keterangan kunci yang akan disampaikan Ketua DPRD Joko Suyono pekan depan. ‘’Bila sudah ada indikasi penyimpang, kami bisa langsung tetapkan sebagai tersangka. Untuk sementara ini memang masih saksi,’’ tegasnya.

Ketiga wakil ketua DPRD itu kemarin datang ke kantor kejari bersamaan, dengan sedan warna hitam. Mereka menunggu cukup lama di lobi tamu. Kajari Herdwi Witanto sempat memanggil Shoim, Sofandi, dan Sutikno ke ruangannya di lantai II didampingi Iwan Winarso dan Anton Hardiman, sebelum akhirnya dilakukan pemeriksaan secara terpisah.

Mereka keluar dari ruang pemeriksaan tepat pukul 12.00 dan langsung menuju parkiran di halaman belakang kantor kejari. ‘’Masih klarifikasi,’’ kata Sofandi sambil berlalu. Sedangkan Shoim dan Sutikno cuma melambaikan tangan, enggan berbicara seputar pemanggilan ini.

Tim penyidik sebulan terakhir sudah memeriksa sejumlah pejabat kesekreatariatan DPRD. Di antaranya, Sekwan Iswahyudi Yulianto, Kabid Perundang-Undangan dan Humas DPRD Mariyati, sekpri dewan Setyo Budi, staf pendamping Komisi B Sunoto, dan Staf Pendamping Komisi D Supardi. ‘’Keterangan mereka akan kami kroscekan dengan keterangan para pimpinan tadi (kemarin, Red), apakah ada kaitannya atau sekadar rekayasa,’’ tuturnya. (dip/isd)

Leave a Reply