Tunggu Hasil Audit BPKP

By radarmadiunweb - Mon May 27, 5:04 am

KOTA – Jaksa terus kejar tayang merampungkan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Kawasan Industri Rokok (KIR) Bendo. Pasca memeriksa belasan saksi dan menetapkan Sekda Abdul Azis sebagai tersangka, tim jaksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan mengagendakan mengundang auditor BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). ‘’Kapasitasnya sebagai saksi ahli, kami sudah berkoordinasi sejak beberapa waktu lalu,’’ terang Kasi Pidsus Iwan Winarso, kemarin.

Menurut dia, hasil audit BPKP diperlukan untuk mengetahui nominal kerugian keuangan negara dalam kasus KIR. Pun, kesaksian auditor negara itu dibutuhkan di depan sidang Pengadilan Tipikor Surabaya kelak. ‘’Kalau yang memberikan kesaksian dari BPKP itu sudah dapat dipertanggungjawabkan,’’ ujar jaksa asal Surabaya itu.

BPKP sebenarnya sudah dilibatkan dalam penyidikan kasus KIRdengan tersangka mantan camat Bendo Wiji Suharto dan Yudhi Hartono, adiknya. Hasil proses audit waktu itu menemukan kerugian uang negara sebesar Rp 834 juta. ‘’Nanti BPKP yang berhak menentukan nominal kerugian negara. Kasus yang sama belum tentu kerugian negara sama juga. Mungkin saja BPKP memiliki analisa lain dalam menentukan kerugian negara,’’ jelasnya.

Iwan menegaskan, saat dimintai untuk kesaksian Wiji Suharto dan Yudhi Hartono, audit investigasi BPKP belum menyentuh Tim-9. Objeknya sekarang justru berbalik. Sekda selaku ketua tim pengadaan lahan menjadi tersangka.. ‘’Siapa tahu BPKP menemukan penyimpangan lain. Proyek KIR tidak hanya menyangkut pengadaan lahan saja tetapi juga bangunan fisik yang sekarang sudah 90 persen,’’ paparnya.

Kata dia, proses audit membutuhkan waktu relatif lama. Sebab, BPKP juga harus melakukan audit bersamaan penyidikan kasus korupsi di sejumlah daerah.. ‘’Kami memakluminya dengan menyesuaikan agenda mereka (BPKP, red) sehingga tidak bisa memaksakan harus segera dilakukan audit,’’ ungkap Iwan.

Sementara itu, sidang lanjutan terdakwa Wiji Suharto dan Yudhi Hartono kembali dilakukan di Pengadilan Tipikor, hari ini (26/5). Agenda sidang mendengarkan keterangan sejumlah saksi yang sebelumnya tidak bisa memenuhi panggilan. ‘’Masih pemeriksaan saksi’’ tandasnya. (dip/hw)

Leave a Reply