Dahlan Ajak Warga Nyinden

By radarmadiunweb - Sun Jun 09, 5:18 am

MAGETAN – Pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono yang dihadiri Menteri BUMN Dahlan Iskan di lapangan Gulun, Maospati, Magetan, Jumat malam (7/6) begitu meriah dan benar-benar menjadi hiburan rakyat. Ribuan warga yang tak hanya berasal dari Magetan, tumpah ruah menyaksikan wayang kulit dengan lakon Wiratha Parwa itu. Joke-joke segar dalang Ki Enthus dan atraksi memainkan wayang, membius penonton.

Sejak sore warga sudah berduyun-duyun memadati lapangan. Kegiatan dalam rangka peringatan HUT ke-14 Jawa Pos Radar Madiun yang didukung Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) dan Pemkab Magetan itu semakin meriah saat Dahlan Iskan bersama istrinya Nafsiah Sabri, memasuki arena. Dahlan menyempatkan diri menyapa dan penyalami penonton.

Aksi spontanitas Dahlan Iskan juga membuat suasana menjadi begitu meriah, merakyat dan heboh. Yakni, meminta warga maju untuk menyanyikan tembang Jawa. Menteri kelahiran Magetan itu menyiapkan hadiah uang tunai Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. ‘’Sambil menunggu dalang, coba siapa yang bisa nyinden, segera ke sini (maju di panggung, Red),’’ kata Dahlan di hadapan ribuan penonton.

Lima warga yang seluruhnya laki-laki bergegas maju dan menghampiri Dahlan. Selanjutnya, bergiliran mereka nembang Jowo diiringi pengrawit. Dahlan menunjuk Bupati Magetan Sumantri sebagai juri untuk menilai tembang yang dinyanyikan warga. Tak puas dengan peserta yang hanya laki-laki, Dahlan juga mengkhususkan perempuan ikut berkompetisi nyinden. ‘’Mereka hebat-hebat, uang saya sampai habis di saku,’’ ungkapnya berseloroh.

Sebelum Ki Enthus tampil, Dahlan juga mencoba mendalang. Dia memainkan tokoh Gatotkaca. Aksinya itu mendapat tepuk tangan meriah dari ribuan warga yang memadati lapangan. Dahlan Iskan kembali naik panggung saat limbukan. Dia didampingi pimpinan PSM, Miratul Mukminin. Ki Enthus mencoba ‘mengerjai’ Dahlan dengan pertanyaan menggelitik seputar karir yang dijalaninya sekarang.

‘’Karena dulu BUMN itu banyak ‘pencurinya’, sehingga tidak bisa maju. Sekarang ‘pencuri’ itu sudah tidak ada lagi. Hasilnya bisa dilihat BUMN bisa tumbuh luar biasa. Bahkan, untuk perkebunan kepala sawit Indonesia sekarang nomor satu di dunia. Sebelumnya masih Malaysia,’’ papar Dahlan.

Dia meninggalkan lokasi wayangan sekitar pukul 23.30 WIB. Bersama rombongan, Dahlan Iskan menuju PG Poerwodadie untuk beristirahat. Direktur Jawa Pos Radar Madiun Aris Sudanang mengapresiasi animo masyarakat menyaksikan pagelaran wayang kulit tersebut. ‘’Wayangan bareng Dahlan Iskan ini sebagai salah satu wujud Radar Madiun peduli budaya dan menyuguhkan hiburan rakyat,’’ tandasnya. (dip/irw)

Leave a Reply