Proyek Molor, Siswa Terancam

By radarmadiunweb - Thu Jul 11, 7:17 am

MEJAYAN – Ratusan calon siswa baru SMK 1 Mejayan terancam tak dapat segera menempati ruang kelas baru. Pasalnya, rekanan proyek pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMKN 1 Mejayan, PT Sarana Multi Usaha molor dalam mengerjakan finishing. Pun, pelaksana harus kena denda mencapai Rp 8 juta. ‘’Denda karena keterlambatan finishing di dua kelas dari rencana 12 ruangan,’’ tegas Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Madiun, Soehardi, kepara Jawa Pos Radar Madiun, kemarin (10/7).

Proyek tersebut total menghabiskan anggaran Rp 8,010 miliar. Sesuai kontrak, lanjut Soehardi, proyek di SMKN 1 Mejayan seharusnya selesai 9 Juli lalu. Tapi, hingga batas akhir waktu yang sudah ditentukan, rekanan tak mampu menyelesaikannya. Masih ada beberapa sisa pekerjaan di antaranya pemasangan plafon di dua ruang yang akan dipakai laboratorium. Selain itu, di ruangan yang sama pemasangan keramik belum selesai. ‘’Jika dihitung secara keseluruhan progresnya sudah 98 persen,’’ tambahnya.

Soehardi menuturkan, batasan denda keterlambatan diberikan waktu hingga 50 hari. Jika masih melebihi batas, perpanjangan waktu tersebut, rekanan akan diputus kontrak. ‘’Tapi kemungkinan karena tinggal sedikit, minggu depan selesai,’’ tuturnya.

Sementara itu, Kabid Dikmen Dindik, Doli Sapardi dikonfirmasi menyatakan meski molor, proyek di atas lahan 3,5 hektare di Jalan Imam Bonjol, Pandean, Mejayan tersebut akan selesai sebelum Agustus. Proyek SMKN 1 Mejayan, kata Doli, menjadi salah satu prioritas pengembangan pendidikan daerah. ‘’Diusahakan dari jadwal yang ada bisa segera ditempati,’’ tandasnya.

Tujuannya, kata Doli, siswa yang sudah mendaftar melalui jalur regular pada PPDB beberapa hari lalu, dapat menempati kelas baru. ‘’Rencananya, bulan Agustus SMKN 1 Mejayan sudah bisa ditempati,’’ tuturnya.

Sekadar diketahui, proyek SMKN 1 Mejayan tersebut sedianya sudah dapat didampungkan akhir 2012 lalu. Tapi, karena banyaknya kendala seperti belum adanya duit hingga faktor cuaca, proyek yang diperkirakan menelan biaya Rp 15 miliar sering mundur dan tak tepat waktu. Proyek tersebut program dari Pemprov Jatim. (mg2/irw)

Leave a Reply