Polisi Nekat Gantung Diri

By radarmadiunweb - Tue Aug 27, 6:51 am

MADIUN – Cara tragis ditempuh Brigadir Suratno, 41, untuk mengakhiri hidupnya. Anggota Polsek Saradan itu gantung diri di garasi rumahnya di Jalan Kutilang, Ngampel, Mejayan, Kabupaten Madiun, kemarin (26/8). Tubuhnya ditemukan sudah tak bernyawa sekitar pukul 08.30 WIB, oleh adik kandungnya, Susanto yang hendak berkunjung ke rumah kakaknya itu. Saat membuka garasi, dia kaget lantaran kakaknya dalam posisi menggantung di blandar atau balok cor. Lehernya terlilit sabuk beladiri warna kuning. ‘’Pak Susanto langsung teriak minta tolong,’’ kata Subiyanto, tetangga sebelah Suratno kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Mendengar teriakan Susanto, tetangga berhamburan datang ke rumah Suratno. Mereka melaporkan peristiwa itu ke ketua RT dan polisi. Dijelaskan Subiyanto, saat itu kondisi rumah Suratno sepi. Kedua anak Suratno masih sekolah dan istrinya sedang keluar rumah. Dia mengaku tak menyangka Suratno nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Tapi, lanjut Subiyanto, sudah sekitar lima bulan terakhir Suratno menderita sakit lambung. ‘’Sakitnya kumat-kumatan. Tapi kalau kemarin itu ya masih sehat,’’ terangnya.

Petugas Polsek Mejayan dan Polres Madiun langsung medatangi lokasi kejadian beberapa saat setelah menerima laporan warga. Tim identifikasi Polres Madiun mengevakuasi suami Eli Rahmawati itu dan melakukan pemeriksaan terhadap tubuh Susanto.

Kapolres Madiun AKBP Yusuf dikonfirmasi menyatakan kematian Brigadir Suratno kuat akibat gantung diri. Di tubuhnya tidak ditemukan bekas penganiayaan. Dia meninggal karena hambatan nafas akibat lilitan di leher. Yusuf membenarkan, keterangan keluarga menyebut Suratno menderita sakit lambung. Tapi dia masih belum bisa memastikan motif Suratno tersebut. ‘’Karena itu, kami masih mengembangkan untuk mengetahui pasti motifnya apa,’’ jelasnya.

Sekitar pukul 12.00 WIB, jenazah Suratno dibawa ambulans Polres Madiun ke rumah asalnya di Desa Kenongorejo, Pilangkenceng untuk dimakamkan. (mg3/irw)

Leave a Reply