Progam Bantuan Ternak Disoal

By radarmadiunweb - Sun Aug 11, 6:27 am

KOTA – Progam bantuan ternak senilai ratusan juta rupiah yang dikelola Dinas Pertanian Ponorogo disoal. Pemberian sapi dan kambing cuma-cuma yang dibiayai dana hibah APBD 2012 itu diduga disunat jumlahnya. ‘’Hasil investigasi kami menemukan sejumlah kejanggalan di lapangan,’’ kritik Evi Dwitasari, sekretaris Fraksi PDIP DPRD Ponorogo, kemarin.

Evi langsung menunjuk bantuan ternak sapi senilai Rp 100 juta kepada Gapoktan Margo Utomo di Desa Ngadirojo Kecamatan Sooko yang kurang nilai. ‘’Sesuai pagu anggaran, ternak yang disalurkan sebanyak 14 sapi dan setiap ekornya senilai Rp 7 juta. Sapi yang dibagikan dinas pertanian itu masih sangat muda yang harga pasarannya tak lebih dari Rp 5 juta,’’ paparnya.

Kata Evi, gabungan kelompok tani yang memelihara belasan sapi itu malah jatuh rugi. Sebab, sapi bantuan mestinya siap hamil, senyatanya masih anakan. Evi menduga terjadi pengurangan anggaran untuk belanja sapi. Praktik yang sama disebutnya juga terjadi pada bantuan ternak kambing betina senilai Rp 182 juta dan kambing betina PE sejumlah Rp 100 juta.

‘’Program bantuan kambing yang dibagikan ke beberapa kelompok masyarakat ini sesuai pagu seharga Rp 1,25 juta perekor. Kambing yang disalurkan masih anakan dan belum siap kawin seharga sekitar Rp 750 ribu,’’ ungkap politikus perempuan itu.

Bahkan, imbuh Evi, ada sejumlah gapoktan yang harusnya menerima 13 ekor kambing namun hanya mendapat jatah tujuh ekor. ‘’Setelah Lebaran ini kami akan melakukan pendataan tentang dugaan penyimpangan itu,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Ponorogo Harmanto membantah jika terjadi penyimpangan dalam penyaluran bantuan ternak itu. Harmanto mengklaim, penyaluran ternak sudah sesuai petunjuk tekni dan pelaksanaan. Soal fisik ternak dan anggaran, disebutnya relatif lantaran harga pasaran tidak stabil. Harmanto juga membantah jika ada pengurangan jumlah ternak kambing yang diserahkan ke gapoktan.

‘’Tidak mungkin jumlah ternak dikurangi. Karena gapoktan sendiri tidak akan mau menandatangani berita acara penyerahan kalau tidak sesuai dengan fakta,’’tandasnya. Bahkan, Harmanto berani adu data dan kroscek lapangan bersama jika validitas volume bantuan kambing itu diragukan. (dhy/hw)

Leave a Reply