Wajib Setor Data PL

By radarmadiunweb - Mon Sep 23, 6:09 am

MADIUN – Pengelola tempat hiburan malam (THM) dipaksa buka rahasia dapur. Mereka wajib menyerahkan data semua karyawan termasuk pemandu lagu (PL) paling lambat 30 September mendatang. Jika membangkang, petugas Satpol PP alan mendata langsung di lokasi. ‘’Kalau tidak kooperatif juga akan dijatuhi sanksi,’’ tegas Kepala Satpol PP Kota Madiun Bambang Subanto, kemarin (22/9).

Menurut dia, sanksi dapat berupa teguran hingga pencabutan izin operasional. Bambang mengaku sudah mengirim format isian data bagi PL tetap maupun freelance ke pengelola THM, pada Sabtu (21/9) lalu. Pihaknya ingin mendata PL di seluruh THM yang ada di Kota Madiun. ‘’Data itu wajib hukumnya diisi lalu diserahkan ke kami,’’ tegasnya.

Pendataan itu buntut temuan 14 PL tanpa identitas di delapan THM yang terjaring razia tim gabungan Satpol PP dan Sat Sabhara Polres Madiun Kota. Bambang memprediksi jumlah PL di Kota Madiun cukup banyak, sekitar 200 orang. ‘’Pak Wali mendukung penuh pendataan ini dan perintahnya harus dilanjut,’’ ujarnya.

Bambang menambahkan, jika sudah masuk database maka akan tercantum nama PL di THM mana bekerja. Termasuk, lokasi tinggal di Kota Madiun dan dari mana asal PL itu. Setiap pemandu lagu juga wajib menyerahkan salinan KTP (kartu tanda penduduk). Dengan begitu, rumah karaoke, klub, maupun diskotek tidak mempekerjakan perempuan di bawah umur. ‘’Yang freelance sudah kami minta sekalian didata, mempung ada kesempatan daripada repot di belakang hari,’’ ungkap Bambang.

Setelah 30 September mendatang, pihaknya bakal mencocokkan data yang masuk dengan fakta di lapangan. Jika benar cocok, baru menjadi database pemkot. Kata Bambang, Polres Madiun Kota juga meminta data yang sama sebagai arsip. ‘’Daerah lain belum ada yang melangkah, tapi kami pikir pendataan karyawan maupun PL di tempat hiburan malam itu sangat penting,’’ ujarnya.

Berbekal database, imbuh Bambang, pemantauan dan pengawasan THM bakal lebih mudah. Dia memprediksi jumlah PL terbanyak di Fire Club dan Kimura, disusul Kafe Suzana. Di tiga THM itu juga tersedia disiapkan mes bagi PL. Namun, dikafe lain seperti In Lounge, Kiss Karaoke, New Castle, dan J-lo ditengarai juga menyediakan pemandu lagu. ‘’Paling banyak ya di Fire, Kimura, dan Suzana, rata-rata sudah pekerja tetap,’’ ujarnya.

Selain itu, terdapat pula PL freelance yang biasa berpindah dari satu THM ke THM lain tergantung pengunjung yang menyewa. Satpol PP juga tak mengecualikan karaoke keluarga yang juga wahib menyetor data karyawannya. Di Kota Madiun, ada Nav dan Happy Puppy yang bermain di segmen karaoke keluarga. ‘’Kalau sampai beredar miras di tempat karaoke keluarga pasti akan kami tindak karena tidak punya SIUP-MB (minuman beralkohol),’’ ujarnya.

Bambang menegaskan, setiap pelanggaran perda bakal ditindak tegas. Pihaknya masih mendalami informasi adanya PL yang menjalankan praktik prostitusi terselubung. ‘’Kalau ketahuan pasti kena tipiring (tindak pidana ringan),’’ tegasnya. (ota/hw)

Leave a Reply