Kubu ABS Kecele Temui Bupati

By radarmadiunweb - Sat Feb 22, 6:04 am

KOTA – Pro dan kontra pemilihan Direktur Utama (Dirut) PDAM Lawu Tirta seakan tidak ada habisnya. Kemarin (21/2), puluhan karyawan perusahaan daerah milik Pemkab Magetan itu sengaja mendatangi Pendapa Surya Graha untuk menemui Bupati H Sumantri. Mereka ingin menyampaikan aspirasi berupa penolakan terhadap Sofyan, dirut terpilih.

Puluhan karyawan itu menganggap dirut incumbent tersebut tidak mampu memajukan PDAM dan kerap bertindak arogan. Namun, barisan Asal Bukan Sofyan (ABS) itu harus menelan kekecawaan lantaran gagal bertatap muka dengan Sumantri. ‘’Bupati ada urusan dinas ke Surabaya sehingga tidak bisa menemui kami,’’ ungkap Gunawan, koordinator aksi puluhan karyawan PDAM Lawu Tirta itu, kemarin.

Tak mau pulang dengan tangan hampa, pengunjuk rasa lantas mengarahkan aksinya menuju kantor bupati di timur Alun-alun. Sambil berjalan kaki dan memampang spanduk berisi kecaman, mereka meneriakkan yel-yel ABS. Pendemo yang selama beraksi mendapat kawalan ketat polisi akhirnya diterima sejumlah pejabat pemkab. ’’Kami harap pertemuan ini bisa menjembatani dengan bupati untuk mendengarkan aspirasi karyawan PDAM,’’ tegas Gunawan.

Sebelumnya kubu ABS itu juga sempat mendatangi DPRD Magetan saat
meminta wakil rakyat ikut turun tangan menuntaskan persoalan di internal PDAM sejak tahapan seleksi dirut. Mereka juga meminta bupati tidak melantik Sofyan untuk kali kedua. ‘’Penolakan ini berasal dari seluruh karyawan,’’ tandas Gunawan.

Kabag Humas Pemkab Magetan Saif Muchlissun berjanji menyampaikan keluh kesah sejumlah karyawan PDAM itu ke bupati. Pihaknya belum bisa menanggapi tuntutan pengunjuk rasa karena bupati yang berwenang memutuskan melantik Sofyan menjadi dirut PDAM atau tidak. ‘’Bupati yang memiliki wewenang penuh,’’ jelasnya.

Dia berharap aksi unjuk rasa yang dilakukan karyawan PDAM tidak mempengaruhi layanan ke pelanggan. Tidak bijak, kata dia, mengorbankan pelanggan di tengah gejolak internal PDAM. ‘’Kepentingan pelanggan harus diutamakan,’’ tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sofyan menyatakan persoalan yang tengah melilit PDAM Lawu Tirta sepenuhnya sudah diserahkan ke bupati. Sebab, PDAM merupakan perusahaan daerah. ‘’Saya sebatas pelaksana. Kewenangan penuh di bupati yang akan secara bijak menyelesaikan permasalahan ini,’’ ujarnya. (dip/hw)

Leave a Reply